Nabiloski De Pellegrini


You build a life for 18 years and leave it for 10 months. You build a life for 10 months and leave it forever. Which one is harder (?)

Tepat satu bulan lalu lintasan jarak dan waktu yang menembus langit Eropa kembali ke Asia memberhentikan putaran kehidupan yang aku jalani di Italia. Satu tahun, bukan waktu singkat yang bisa dihitung seperti perjalanan biasa seorang manusia. Kalau ditarik mundur lagi ke belakang, ternyata the hardest years and full of challenges sekejap terlewati. Putaran roller-coaster dari menjadi perempuan pemimpi - kandidat AFS - officially an AFSer - and now FRESH RETURNEE AFS. It was like, wow finally I did - cheers people ! And it is now where I am, in Indonesia. I’m back yeah !

Ternyata eh ternyata once AFSer, always an AFSer. It’s true, this is not the end.

One month passed - it stucks really.

Menunggu-nunggu waktu yang tepat untuk berbagi, setelah sekian lama dari sejak hari-hari sebelum pulang di Italia sampai di Indonesia olahraga hati yang kudu terus dipompa tanpa henti. “Olahraga hati menahan rindu berkali-kali dengan banyak orang baru yang masuk ke dalam kehidupan dan sangat berbekas di jiwa,” Maura Sekar bilang gitu lewat cuitan tweet-nya. It might be so hard to pass these hard years, again and again kerasa exchange-nya bukan cuma setahun di Italia. Back, my school friends has already gone, left me alone. Teringat selalu, pertama kali sampai di ‘rumah’ Italia I was alone, it’s almost same.

Olahraga hati semacam apa ini. But really tho, exchange year makes me realize that nothing’s gonna be the same forever. It feels like, I will do one year of exchange again after back to Indonesia. Reverse Culture Shock is real to say.

Behind everything that happens or you guys see on my instagram. There are always concern that comes most of the times. Remember how lonely it was in Italy. Well, when I back to Indonesia it is lonely too, but a different kind of lonely. I realize that the relationship I had with people in Indonesia were basically stagnant for a year.

I couldn’t speak much. 

Menceritakan tentang exchange year serasa stuck di lidah. Kalau pun ingin, terasa berat untuk diungkapkan karena pendengar-pendengar terbaikku sebelum exchange were totally changed. Aku harus mencari lagi. It’s hard to feel strange in a country where I was born. Aku ngga membayangkan kalau reverse culture shock ini ternyata nyata adanya. My life has changed so big in one year. 

Aku pernah di titik merasa ‘tidak bebas’ di negaraku sendiri, seberapa takut dan khawatirnya aku kembali ke kehidupan asrama. Empat tahun SMA dan punya banyak angkatan; angkatan sebelum pergi di SMA Genetrix 92, angkatan AFS Indonesia Gelora Garuda Muda, angkatan di Italia, dan angkatan setelah pulang Belixiont 93. How many people on my high school’s life dude ?

Sampai sekarang aku masih belum berani membuka galery fotoku di Italia, seberani-beraninya aku hanya membuka scrapbook yang isinya kumpulan daun-daun yang aku kumpulkan dari musim gugur sampai musim semi tanpa ada banyak foto di dalamnya atau surat dari Mamma Papà. Surat adalah yang paling kuat bikin aku nangis. How hard it is, I left Italy forever. I back, it wouldn’t be the same anymore.

——

Kekhawatiran kami para AFSers Indonesia lainnya adalah ; masuk sekolah dan takut dikira sombong karena betapa masih excited nya kami dengan jiwa host country yang melekat kuat (as simple as keceplosan pake bahasa sana)

It happens to me OMG.

Beberapa kali aku keceplosan menanggapi percakapan pake bahasa italia. Bukan bermaksud sombong, tapi ‘satu tahun’ bukan waktu yang cepat buat kemudian mengubah 100% kehidupan kita dan bahasa sehari-hari. Tapi memang fakta berdasar realita yang terjadi; Returnee AFS gabisa kalo ngga ngegas hahaha, dan cerewet. It might be because we speak again our mother language.

Yang aku lakukan di Temanggung setelah pulang adalah pergi ke daerah Gunung Sindoro buat refleksi atau sekedar quality time bareng Salsa dan Dek Daffa meskipun ada insiden jatuh dari motor sama adek pas nerobos jalanan sawah hehe. Menyapa Ulya yang ketangguhannya atas cobaan sakit yang menimpanya dan dia masih inget aku, “sayang nabila, kapan pulang ?” tulisnya di kertas karena waktu itu dia masih belum bisa bicara. I tried to hold my tears. Ti voglio bene Ulya, May Allah put you on His high position of eeman. 

Sedihnya, banyak yang pergi dari Temanggung. Termasuk sampe saat ini aku belum ketemu Dek Gibran. Ada perasaan ingin menyendiri, tapi di sisi lain ada desakan untuk bertemu banyak orang yang ngga aku lihat setahun ke belakang. Kembali ke Jogja, ternyata semua berubah. Pertemanan, sekolah, beberapa sudut di kota Jogja, pusat kota, kehidupan asrama (lagi) dan banyak hal lain yang aku rasa ‘aku tertinggal banyak’. 

Masuk ke satu angkatan dimana aku jauh paling tua dari adek kelas. Kurikulum yang berganti dari KTSP jadi kurtilas, koridor lantai merah yang ngga lagi sama,Gang Suronatan yang diisi banyak jajanan baru, dan banyak hal lagi. Kembali menyesuaikan life style Mu’allimaat, sekolahku. Tapi ternyata teman-teman Genetrix 92 berdatangan silih berganti seminggu pertama di asrama. 

How lucky I am having them, they’re so supportive.

Kondisi kelas yang kontras bedanya dari sistem duduk mereka sampai belajar masuk lagi ke jokes mereka. Wow, it won’t be the same again. Kaku dan bingung karena belum punya kesibukan baru selain sekolah, anyway aku juga jadi perempuan yang sangat boros di minggu-minggu awal karena sering beli jajanan makanan yang ngga aku makan setahun. Tapi ternyata apa yang aku bayangin di Italia sebelum balik, “kayaknya aku bakal soooo excited sewaktu makan makanan Indo lagi,” NO , ternyata ini biasa aja. Why it is just so like this (?)

Ada banyak rasa-rasa yang menjadi biasa aja dan malah dikuasai kelinglungan. Kesedihan yang melanda di hari pertama sekolah, kebingungan cari partner duduk, perasaan sangat excited belajar lagi di Indonesia. Berkali-kali aku mencoba mencari waktu untuk -me time- dan menuliskan ini. Tryin’ to engage many people as I many as I can. 

Hal terparah yang aku tahan-tahan adalah kebiasaan minum kopi italia. I can say, kopi Indonesia boleh jadi lebih enak tapi kopi italia has stolen my heart. Gimana bisa kopi yang setiap hari aku seduh setiap siang biasanya tiba-tiba hengkang dari kehidupan. Buat membalas kerinduan, suatu Jum’at yang sunyi meluncur ke Coffe Wae buat minum kopi dan kamis lalu menyeduh kopi hitam bareng langit senja. Tryin’ to catch everyone again.

—

Kejutan setelah kepulanganku adalah Ariel Santikarma berlabuh di Jogja bareng Izzy dan John juga buat Summer Internship dari Volunteer in Asia’s program. Ariel ini temen aku blaster Bali-Virginia US. Sebelas hari di Indonesia kami ketemu di Nanamia Pizzeria (and I was WOW PIZZERIA) and had a deep talk about exchange. How she did, and me tho. Logat Ariel kalau ngomong indonesia yang lucu dan suka bilang, ‘masak’. Dua kali kami bertemu di kesempatan dinner, she knows me so well about how’s my feeling now. 

Dia cuma bilang, “Aduhh kasiaan banget kamu” . I do Ariel sayang :)) Hati-hati pulang !

So to you guys,

That would love to share my stories. This is me, life after exchange. My self has changed a lot, the way I talk, I dress up, doing my hobbies, everything has already changed. But still, I always Nabila, being who I am. Ready to swim inside the pool of choices. I miss every single thing in Italy, my room that I cried about three day while I was tryin' to sleep on my room in Temanggung. Being crazy of everything that re-new I see here. 

Ciao,
I am telling you bunch of random thoughts and feelings.
Write this story and listening Italian and Spanish songs that still on my fav playlist dangg


Yogyakarta, 9-10 Agustus 2018
Ulima Nabila Adinta


Sejak masa itu,

Hari yang kalau dihitung mundur sepersekian ratus atau puluh atau ribuan ada satu momentum bertanda buat seorang bayi mungil. Sepersekian juta detik yang lalu bayi mungil itu tetep dipanggil mungkin sampai dia duduk di bangku merah. Barangkali kalau manusia sekarang kenalnya dia sekarang yang udah melambung tinggi (melebihi aku hikss) ga nyangka kalo dia juga pernah sangat mungil, rasanya ngga bakal deh tinggi-tinggi.

Namanya Wafda Salsabila, teman yang harusnya bareng 12 tahun tapi jalan takdir hidup bikin aku bersama dia 11 + (1) tahun hehehe. Sekalipun dia berubah nama jadi WS sejak enam tahun lalu, aku tetep aja gabisa merubah panggilan yang melekat selama enam tahun sebelumnya, sekali Salsa ya tetep Salsa.

Enam tahun pertama penuh drama, lima tahun setelahnya penuh tragedi.

Tapi ternyata dia yang paling betah membersamai sampai aku harus pergi duluan ke Italia, dan ditinggal lulus duluan sama Salsa

Aseli de hidupnya pas SD penuh drama, rasanya gemas dikasih Allah sekelas 7 tahun ya Sal ya. Kenapa sih pas di Jogja cuma bisa setahun sekelasnya (?), gerutuku.

Pernah akur ? Pernah deket ? Pernah biasa aja ? Terus endingnya sekarang deket atau biasa aja atau “siapa sih nih orang” , jawabannya gatau deh. Tapi Sal, perjalanan 11 tahun bareng tuh bukan hal yang biasa aja loh mau seberapa deket atau ngga deketnya kita. Aku tetep mengakui kamu pernah ada , pernah mungil sampe tinggi menjulang kaya tiang yang akhirnya jadi kapten sesuatu hal yang besar.


Cerita waktu SD gimana ya Sal (?) 

Aku inget banget deh kita tuh pernah sekelompok pelajaran PKn dan kerja kelompok di rumahmu tapi endingnya aku mutung dan ngerjain itu sendiri. Lalu kelas empat kalo boleh jujur pernah aku sama Dinda Alyek dkk tuh ngasih sebutan ke kamu, aku lupa apa tapi gegara cerita drama-nya sih, “wah Hasna bakal direbut Salsa lagi” alibinya sih gitu.

Drama banget deh ihh yakin. Suatu weekend yang (mungkin) aku juga jadi faktor penggagal kamu gajadi jalan sama Hasna ke rumahnya Naya atau Hasna, kamu malah nemu aku sama Hasna di warnet deket terminal Temanggung. Ala sinetron gitu kamu narik Hasna keluar dari bilik, 

“Loh has kamu kokk malah maen sama Mbak Bila ?” katamu. Kamu ga terima ya (?)

Hehe.

Terus waktu akhirnya kita akhirnya barengan sama Naya, Mega, dan Hasna juga ke rumah Naya. Helooo cuma mau naik ke rumah Naya aja ribet mau lewat tangga apa jalan biasa. Terus Naya bilang, “Iya tuh Salsa emang egois aku juga gatau.” Hihi lucu bangett, kita sama-sama egois sih. Drama banget lagi, HAHA gakuat Sal gakuat Sal ternyata kamu semakin gede.

But, aku ngga nyangka ternyata diantara sekian banyak yang jadi temen deketku pas SD kamu yang akhirnya bareng sama aku di Jogja. Lalu karena kamu juga aku jadi Ketua Angkatan, iya kamu mulai promosi uhh itu ngeselin tau gaa. Inget banget dulu kamu ke asrama Siti Aisyah di kamar 7 bilang, eh iyaa Nabila aja. Huhu tau gaa aku takut waktu itu.

Sejak di Jogja kamu juga jadi manggil aku cuma Nabila, ngga pake mbaa lagi. Akibatnya kamu jadi makin tinggi, karena aku ngga terlihat lebih gede lagi dari panggilanmu ke aku *eh apa banget ga sii*. Aku ngga pernah lupa Sal, ternyata aku juga jadi semakin kagum sama sosok Salsa yang sangat menyenangkan dan humble, transformasimu yang akhirnya jadi Ketua KIR mashaAllah, jadi salah satu ketua organtri. Berarti kita bisa ngebuktiin kalo lulusan SD kita itu bisa diandelin. Kamu dengan caramu dan aku dengan caraku.

Ternyata aku yang mengawali sebuah janji sebelum itu.

Aku juga yang mengawali lupa sampe kamu bisikin aku di bandara sebelum aku terbang ke Jakarta lalu ke Italia.

“Bil kamu inget ngga dulu bilang kita bakal sama-sama kasih hadiah kalo aku jadi Ketua KIR dan kamu jadi berangkat AFS,” kira-kira begitulah intinya. MASHA ALLAH SAL malah aku sendiri yang lupa. Sekarang aku gabakal lupa lagi kokk ! I just need to tell my secret stories to you, yang aku belum lakuin. Makanya we need to nge-date habis aku balık !!! Cuma kamu yang ngerti bener transformasiku dari jaman bayi sampe aku bisa di titik ini sekarang.



Walopun kita saling jalan di hidup kita masing-masing. The one yang aku inget I need to keep in touch salad satunya kamu Selma masa exchange-yearku. Aku kangen banget Sal ngobrol sama kamu, dari hal goblok sample soal masa depan.

KAMU SALAH BESAR HAHA, TADI NGE-REPLY STORY-KU on my second account,

“Lupa sama aq”

Nooo, I am not that kind of temen yang jahad. I was looking the right time to write this letter to youuu, so you know how many years we’ve already know each other (better). Aku tulis ini tanpa edit, supaya memorimu inget lagi, sel-sel otakmu ngga jahat buat ngelupain berapa belas tahun ke belakang. Gapapa gapapa koq aku di sapa pas wisuda, “Hei temen, q duluan yy” -alay banget sih nulisnya HAHA, itu ngebuktiin bahwa seberapa gede badanmu tetep aja kamu masih baby face-imut-cantik-anak kecil.



Selamat bertumbuh dan mendewasa Salsa !
Tanti Auguri - Buon Compleanno amore 
Take your time to live your life - you're already GEDE Ok, 

Doaku tanpa tertulis menyertaimu tanpa kamu minta, 
Ingat, aku selalu temanmu sejak masa itu 

2006 - 2018

Salam jauh dari temanmu,


Ulima Nabila Adinta

Italia, 15 Mei 2018 : 18.30 



Lena,

The hills, the castle, and the lake are just the right side of me now

I’m telling you guys about the girl that's kind-hearted

She puts an emotional moment inside my heart

Yeah, you can know her as Lena Sailer. Yes, her surname is Sailer, if you guys know I don’t know when it has happened. One of Ski’er from Austria won some championship, my host dad told me. I think her blood is from Austria, she lives among the beautiful mountains in South Tyrol Italy. Now there the flowers and the apple trees are turning like a paradise to see with our natural eyes. Pretty much beauty

I don’t know how life brings me to know her. Like I’ve told you before in my journal in early January that we’re connected because of Oase. The girl that super cute and kindhearted too, especially to me hehe. Her words could make my heart fresh and believe in life ahead of me. 

Thank you Oase,

You’re such a fortune girl have Lena as one of your best friend in China. 

Oh my God, it is just how you grateful to your life dear and the world just feel like sooooo small. 

Because of Lena, I could see the super incredible winter in South Tyrol which one part in Males that we’ve been there freakin’ near to the border of Switzerland. And now, I could see from my eyes how the beauty of old city Innsbruck. I through the hills and the mountains that connected Italy and Austria.

Because of Lena and her family, I could decide the food that I like the most, that is Canederli. You should try really !!! Or maybe if you’re a lucky person I will cook it for you in Indonesia maybe. But I think I should cook it for Oase. About a few hours ago before the departure time of train separate me and Lena. She said, “And give my big hug to Oase. Cook canederli for Oase”

I replied sincerely without any consideration. I WILL COOK IT OF COURSE LENA.

Lena is the one who is soooo patient with me. She lets me sleep comfortably. She hears me what I want before we should leave some part of the pretty city. She asks me what I need. She protects me in everything. Ohh God I couldn’t imagine that a few hours ago will be last time I see you in Italy. But I keep your promise that you will come to Indonesia or maybe if there’s a big miracle like you said, I and Oase will explore Europe one day.

Lena, but one thing that I think is this is the power of kindness. I can feel how close you’re with Oase in China, you both had built the kind of kindness then you guys wouldn’t forget it and hope always to see again in person. Then, nowadays you feel like want to build that kindness to me. You did it babe !

I don’t know how much thank you I have to say to you. But trust me when you come to Indonesia I’ll be the best tour-guide haha with Oase too. We will hike some mountain there.

You’re such an elegant girl by your fashion, kindhearted girl by your eyes and smart girl by your intuition. You’re ROCKKK GURLLL !!

Anyway congratsss for Imagine Dragon and I am so much envy :( one day if the big miracle comes to me I will tell you that I go to the COLD PLAY concert. Okey, babe DANKE !

You know how much we love you !

Thank you for laugenbrot bread !

In bocca al lupo. Grazie carissima


Nabiladinta's hug 
Innsbruck - Bolzano,

1 Mei 2018
Maret ? Setengah perjalananmu sudah usai Bil,

5-11 Maret 2018 . Satu minggu yang penuh peringatan. Selain karena aku tepat 6 bulan di Italia bertepatan di tanggal 8 Maret.
Senin yang dimulai dengan penasarannya pingin nyobain bikin chicken-nugget ngutip resep Teteh Bandung yang tinggal di London dari blog masakannya. 

Tepat di 8 Maret juga adalah : International Women Day. Mengingatkan bahwa perempuan-perempuan di dunia ini punya kekuatan dan ketangguhan yang ngga terhitung. Ke diriku, berterimakasih kepada hidup yang mempertemukan aku dengan Mamma Linda sosok yang tangguh dan kuat, terpencar dengan ketulusannya. Ibuk di Indonesia, yang aku rindu tangan kuatnya buat tetep mendorong buah hatinya. I miss her so much to talking in person. 

-

Hari-hari yang memenuhi aku soal kisah Cristoforo Colombo, yang berkat penjelajahannya ke Amerika Latin sekalgius dunia jajahannya dia. Ngga pernah nyangka hatinya sekeras apa sampai tega dulu banyak manusia diperbudak. Is that kind of human ? Yang memporak-porandakan peradaban ? Astaghfirullah. Selain itu karena pelajaran religione di sekolah teoatnya jam kedua di hari Jum’at mengenalkan kita ke sebuah video : The Journey of DNA.

We’re the man of the world dear. It is how DNA works. Banyak yang munchkin membenci kaum lain tanpa alasan hanya karena stereotip atau pre-judgement yang datang bertebaran tanpa henti. Tapi dasarnya kita ini ya manusia yang sumbernya dari satu pencipta ?

Banyak kejadian di sini yang aku temui. Tapi sederhananya sudah aku temui dari cerita-cerita di Al-Qur’an dan bagaimana islam telah membungkus dengan sangat rapi. Yang rumit aku jelaskan dihadapan mereka :) Kabar lain dari Indonesia adekku Hanun kembali harus menjalani operasi telinga kedua kalinya. Innalillahi dek, dan aku ini tipe anak sulung yang khawatir banget tanpa terlihat sedemikian adanya dihadapan mereka.

Dek Hanun emang tangguh, di tengah kesibukan nyiapin ujian dan hampir ujian praktek harus diberi ujian begitu. Syafakillah Dek !

Tabi Allah Maha Baik, emang bener disela kesulitan ada kemudahan, di sela kesedihan ada kebahagiaan.

Minggu yang mulai panas (banget) dan sepatuku masih boots khusus dingin. Mana rumah Michelle buat ngerjain tugas bahasa inggris jalan lagi deket sekolah. Aku jalan dari stazione, dengan Alice yang baru selesai dari sekolah terus memburu karena kudu cepet waktu terbatas.

Tapi, gilak sih sama Nicole, Michelle, dan Alice ditemenin Le Fritelle hidangannya neneknya Michelle. Ngga karuan kita ketawa tanpa henti jadi ngga serius amat ngerjainnya, mana kita kudu expressive nih buat presentasi hari Senin. Ayahnya Michelle nih asalnya Jerman. Michelle baik banget banyak tingkah lagi haha. Yaahh ketawa ngakaknya harus disudahi karena hari semakin gelap dan bisku pulang juga kurang beberapa menit lagi.

-

Weekend yang diakhiri dengan hari Sabtu penuh syukur. Belajar lagi bahasa Italia sama La Proff di Storia dell’arte, oh ya udah start dari minggu sebelumnya anyway. Disitu aku mulai belajar ngomong. Lalu berlanjut ke bahasa spanyol sama La Prof Chiara di sela pelajaran sama Prof Madre Lingua. Aku belajar gimana nyampein suka-nggak suka-biasa aja. Spanish language so much fun !! Kata beliau aku harus punya perjalanan ke negara berbahasa spanyol. 

Rejeki lain datang di sore hari. Baru sehari sebelumnya aku kepanasan pake sepatu bootsku, eh Mamma ajak aku buat beli sepatu setelah nunjukin rute bisku dari sekolah menuju italian course buat persiapan l’esame bulan Juni. Alhamdulillah dan syukur tanpa henti, rejeki memang ngga turun ke orang yang salah. Apa lagi yang aku minta dari hidup ?

Hot-chocolate special of Ponte Nelle Alpi jadi penutup kami senja itu. 

Hari Minggu aku memilih bersantai di rumah saja, sekaligus nyelesein tugas presentasi bahasa inggris disambi diskusi sama tiga cewek krucil itu lewat grup WhatsApp. What should I design for the presentation begitu. Kali ini aku hati-hati banget nih supaya filenya ngga hilang lagi, hehe. 

Ohya sebelumnya, pagi itu aku video-call sama Dek Hanun yang putus karena dijenguk ibu-ibu Kampung Kalisat. Kangen Kalisat :(. Stop nostalgia Bil hehe.

Sore itu epik dengan the last income goring dan nugget homemade yuhuuuu. Temen-temen puas dong alhamdulillah sama presentasi yang aku bikin :). Ci vediamo a lunedì , sarebbe bello !


ditulis di kamar setelah melewati midnight,

Ulima Nabila Adinta

Via Igne, 25 April 2018

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Cari Blog Ini

POPULAR POSTS

  • Di Kereta Pasundan
  • Unfinished Dress
  • Mendekati Kepulangan
  • Singgah di Singkawang

Categories

AFS Italy 2017-2018 Self Talk Hijrah Malaysia Ramadhan di Italia
Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • Januari 2026 (1)
  • November 2025 (2)
  • April 2025 (1)
  • Desember 2024 (1)
  • Juni 2024 (5)
  • Januari 2024 (1)
  • Desember 2023 (1)
  • September 2023 (1)
  • Agustus 2023 (3)
  • Februari 2023 (1)
  • Januari 2023 (1)
  • Desember 2022 (1)
  • November 2022 (1)
  • September 2022 (1)
  • Agustus 2022 (3)
  • Mei 2022 (3)
  • April 2022 (10)
  • Februari 2022 (1)
  • Desember 2021 (2)
  • November 2021 (1)
  • Oktober 2021 (2)
  • September 2021 (1)
  • Agustus 2021 (2)
  • Juli 2021 (3)
  • Juni 2021 (2)
  • Mei 2021 (1)
  • April 2021 (2)
  • Januari 2021 (2)
  • Desember 2020 (2)
  • November 2020 (1)
  • Oktober 2020 (11)
  • September 2020 (1)
  • Agustus 2020 (2)
  • Juli 2020 (2)
  • Juni 2020 (1)
  • Mei 2020 (19)
  • April 2020 (7)
  • Maret 2020 (2)
  • Januari 2020 (1)
  • Oktober 2019 (1)
  • September 2019 (1)
  • Agustus 2019 (1)
  • Juli 2019 (1)
  • Mei 2019 (1)
  • Maret 2019 (1)
  • Februari 2019 (2)
  • Januari 2019 (1)
  • November 2018 (1)
  • Agustus 2018 (1)
  • Mei 2018 (2)
  • April 2018 (4)
  • Maret 2018 (4)
  • Februari 2018 (5)
  • Januari 2018 (7)
  • Desember 2017 (9)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (6)
  • September 2017 (7)
  • Agustus 2017 (2)
  • Juni 2017 (12)
  • Mei 2017 (11)
  • April 2017 (6)
  • Maret 2017 (3)
  • Februari 2017 (4)
  • Januari 2017 (2)
  • Desember 2016 (5)
  • November 2016 (6)
  • Oktober 2016 (6)
  • September 2016 (5)
  • Agustus 2016 (1)
  • Juli 2016 (1)
  • Juni 2016 (6)
  • April 2016 (2)
  • Februari 2016 (1)
  • Januari 2016 (2)
  • Desember 2015 (1)
  • November 2015 (3)
  • Agustus 2015 (1)
  • Juli 2015 (1)
  • Juni 2015 (4)
  • Mei 2015 (1)
  • April 2015 (2)
  • Februari 2015 (6)
  • Januari 2015 (3)
  • Desember 2014 (4)
  • November 2014 (14)
  • Oktober 2014 (2)
  • Agustus 2014 (3)
  • Juni 2014 (12)

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates