Nabiloski De Pellegrini



Lena,

The hills, the castle, and the lake are just the right side of me now

I’m telling you guys about the girl that's kind-hearted

She puts an emotional moment inside my heart

Yeah, you can know her as Lena Sailer. Yes, her surname is Sailer, if you guys know I don’t know when it has happened. One of Ski’er from Austria won some championship, my host dad told me. I think her blood is from Austria, she lives among the beautiful mountains in South Tyrol Italy. Now there the flowers and the apple trees are turning like a paradise to see with our natural eyes. Pretty much beauty

I don’t know how life brings me to know her. Like I’ve told you before in my journal in early January that we’re connected because of Oase. The girl that super cute and kindhearted too, especially to me hehe. Her words could make my heart fresh and believe in life ahead of me. 

Thank you Oase,

You’re such a fortune girl have Lena as one of your best friend in China. 

Oh my God, it is just how you grateful to your life dear and the world just feel like sooooo small. 

Because of Lena, I could see the super incredible winter in South Tyrol which one part in Males that we’ve been there freakin’ near to the border of Switzerland. And now, I could see from my eyes how the beauty of old city Innsbruck. I through the hills and the mountains that connected Italy and Austria.

Because of Lena and her family, I could decide the food that I like the most, that is Canederli. You should try really !!! Or maybe if you’re a lucky person I will cook it for you in Indonesia maybe. But I think I should cook it for Oase. About a few hours ago before the departure time of train separate me and Lena. She said, “And give my big hug to Oase. Cook canederli for Oase”

I replied sincerely without any consideration. I WILL COOK IT OF COURSE LENA.

Lena is the one who is soooo patient with me. She lets me sleep comfortably. She hears me what I want before we should leave some part of the pretty city. She asks me what I need. She protects me in everything. Ohh God I couldn’t imagine that a few hours ago will be last time I see you in Italy. But I keep your promise that you will come to Indonesia or maybe if there’s a big miracle like you said, I and Oase will explore Europe one day.

Lena, but one thing that I think is this is the power of kindness. I can feel how close you’re with Oase in China, you both had built the kind of kindness then you guys wouldn’t forget it and hope always to see again in person. Then, nowadays you feel like want to build that kindness to me. You did it babe !

I don’t know how much thank you I have to say to you. But trust me when you come to Indonesia I’ll be the best tour-guide haha with Oase too. We will hike some mountain there.

You’re such an elegant girl by your fashion, kindhearted girl by your eyes and smart girl by your intuition. You’re ROCKKK GURLLL !!

Anyway congratsss for Imagine Dragon and I am so much envy :( one day if the big miracle comes to me I will tell you that I go to the COLD PLAY concert. Okey, babe DANKE !

You know how much we love you !

Thank you for laugenbrot bread !

In bocca al lupo. Grazie carissima


Nabiladinta's hug 
Innsbruck - Bolzano,

1 Mei 2018
Maret ? Setengah perjalananmu sudah usai Bil,

5-11 Maret 2018 . Satu minggu yang penuh peringatan. Selain karena aku tepat 6 bulan di Italia bertepatan di tanggal 8 Maret.
Senin yang dimulai dengan penasarannya pingin nyobain bikin chicken-nugget ngutip resep Teteh Bandung yang tinggal di London dari blog masakannya. 

Tepat di 8 Maret juga adalah : International Women Day. Mengingatkan bahwa perempuan-perempuan di dunia ini punya kekuatan dan ketangguhan yang ngga terhitung. Ke diriku, berterimakasih kepada hidup yang mempertemukan aku dengan Mamma Linda sosok yang tangguh dan kuat, terpencar dengan ketulusannya. Ibuk di Indonesia, yang aku rindu tangan kuatnya buat tetep mendorong buah hatinya. I miss her so much to talking in person. 

-

Hari-hari yang memenuhi aku soal kisah Cristoforo Colombo, yang berkat penjelajahannya ke Amerika Latin sekalgius dunia jajahannya dia. Ngga pernah nyangka hatinya sekeras apa sampai tega dulu banyak manusia diperbudak. Is that kind of human ? Yang memporak-porandakan peradaban ? Astaghfirullah. Selain itu karena pelajaran religione di sekolah teoatnya jam kedua di hari Jum’at mengenalkan kita ke sebuah video : The Journey of DNA.

We’re the man of the world dear. It is how DNA works. Banyak yang munchkin membenci kaum lain tanpa alasan hanya karena stereotip atau pre-judgement yang datang bertebaran tanpa henti. Tapi dasarnya kita ini ya manusia yang sumbernya dari satu pencipta ?

Banyak kejadian di sini yang aku temui. Tapi sederhananya sudah aku temui dari cerita-cerita di Al-Qur’an dan bagaimana islam telah membungkus dengan sangat rapi. Yang rumit aku jelaskan dihadapan mereka :) Kabar lain dari Indonesia adekku Hanun kembali harus menjalani operasi telinga kedua kalinya. Innalillahi dek, dan aku ini tipe anak sulung yang khawatir banget tanpa terlihat sedemikian adanya dihadapan mereka.

Dek Hanun emang tangguh, di tengah kesibukan nyiapin ujian dan hampir ujian praktek harus diberi ujian begitu. Syafakillah Dek !

Tabi Allah Maha Baik, emang bener disela kesulitan ada kemudahan, di sela kesedihan ada kebahagiaan.

Minggu yang mulai panas (banget) dan sepatuku masih boots khusus dingin. Mana rumah Michelle buat ngerjain tugas bahasa inggris jalan lagi deket sekolah. Aku jalan dari stazione, dengan Alice yang baru selesai dari sekolah terus memburu karena kudu cepet waktu terbatas.

Tapi, gilak sih sama Nicole, Michelle, dan Alice ditemenin Le Fritelle hidangannya neneknya Michelle. Ngga karuan kita ketawa tanpa henti jadi ngga serius amat ngerjainnya, mana kita kudu expressive nih buat presentasi hari Senin. Ayahnya Michelle nih asalnya Jerman. Michelle baik banget banyak tingkah lagi haha. Yaahh ketawa ngakaknya harus disudahi karena hari semakin gelap dan bisku pulang juga kurang beberapa menit lagi.

-

Weekend yang diakhiri dengan hari Sabtu penuh syukur. Belajar lagi bahasa Italia sama La Proff di Storia dell’arte, oh ya udah start dari minggu sebelumnya anyway. Disitu aku mulai belajar ngomong. Lalu berlanjut ke bahasa spanyol sama La Prof Chiara di sela pelajaran sama Prof Madre Lingua. Aku belajar gimana nyampein suka-nggak suka-biasa aja. Spanish language so much fun !! Kata beliau aku harus punya perjalanan ke negara berbahasa spanyol. 

Rejeki lain datang di sore hari. Baru sehari sebelumnya aku kepanasan pake sepatu bootsku, eh Mamma ajak aku buat beli sepatu setelah nunjukin rute bisku dari sekolah menuju italian course buat persiapan l’esame bulan Juni. Alhamdulillah dan syukur tanpa henti, rejeki memang ngga turun ke orang yang salah. Apa lagi yang aku minta dari hidup ?

Hot-chocolate special of Ponte Nelle Alpi jadi penutup kami senja itu. 

Hari Minggu aku memilih bersantai di rumah saja, sekaligus nyelesein tugas presentasi bahasa inggris disambi diskusi sama tiga cewek krucil itu lewat grup WhatsApp. What should I design for the presentation begitu. Kali ini aku hati-hati banget nih supaya filenya ngga hilang lagi, hehe. 

Ohya sebelumnya, pagi itu aku video-call sama Dek Hanun yang putus karena dijenguk ibu-ibu Kampung Kalisat. Kangen Kalisat :(. Stop nostalgia Bil hehe.

Sore itu epik dengan the last income goring dan nugget homemade yuhuuuu. Temen-temen puas dong alhamdulillah sama presentasi yang aku bikin :). Ci vediamo a lunedì , sarebbe bello !


ditulis di kamar setelah melewati midnight,

Ulima Nabila Adinta

Via Igne, 25 April 2018

This is how my last February in 2018,

Angin musim semi mulai menyapa kuat akhir-akhir ini dan aku masih aja belum nuntasin catatan exchange year-ku di blog tercintah,

Boleh ya kita ulur lagi waktu ke belakang mundur. Hari-hari di akhir Februari. 

Minggu sore menuju malam sebelumnya grup kita heboh, anak-anak laper bareng-bareng di Italia. Wah Roma libur karena salju diprediksi dateng setelah 6 tahun ngga pernah turun, Napoli pun ngga kalah heboh tuh si Apri, Salerno si Rarai juga ngga kalah heboh. Sedang anak-anak nord macem aku, Oyi dan Akbar mana bisa berharap salju turun dan sekolah libur. Bahkan daerah Emilia salju sampe -16 derajat tempatnya si Oyi tuh. Dalam hati, aku membatin, “Terimakasih Angin Siberia kau buat my another souls in Italy happy !” apa yang paling ditunggu anak exchange ya salju, forrr sureee babe.

Minggu-minggu yang disiapkan supaya penuh pembuktian ke La Professoresa Daniela De Donna, dia pingin liat how I speak Italian. Danggg, let us see bukkk. Salju beberapa kali turun dan banyak dan dingin dan membekukan, emanı antara fisik dan hati selalu berjalan beriringan. Kamis pagi yang biasanya ada ginnastica proff nya kagak dateng dong. Michelle yang sangat antusias, full of actions dan simpatica bangett tapi kadang kilo ngingetin nylekit juga huhu :”))

“Nabila, impariamo Italiano !” -Ayoo belajar bahasa italia.

Mengingat ya anak kelas tuh kesel banget karena aku salah terus pronounce ‘Z’ sama ‘V’. Ohh Godd, that was hard but fun tho, Italian is not simple dear really its kinda tiring but fun super mixx deh. Betapa antusiasnya mereka ngeliatin aku dan sometimes bikin ketawa. Daria dan pacarnya pasangan baik hati ngerekam what I did with Michh. Lucu dan bikin ketawa deh kalo ngeliatin lagi.

Tapi eh tapi ada kejadian super nyebelin dan ngeselin karena masih gapteknya dengan MacBook malemnya setelah berlelah-lelah nyelesain presentasi tiba-tiba lenyap sampe aku tidur sangat larut dan sedih, dan ngga balik juga. Dengan perasaan bersalah aku sampein ke Daniella, that was so fuckin’ hurtttt for me teacher please, tapi beliau santai dan bisa lain waktu. Okay deh, it means I have to do again and be careful. 
—

I couldn’t ask for more atas hostfamku yang super asik dan sangat tangguh walopun udah 60 tahun lebih sedikit. Alhamdulillah setiap waktu kosong yang aku punya selalu aku usahain buat belajar sesuatu sambil nyambi santai-santai. As simple as belajar masakan indonesia karena kangen juga. Sabtu kita jelajah sungai di Longarone. It was so niceee jelajah alam tuh. Nemu kandang dua sapı juga, dan bisa dengan jeli liat bekas kaki rusa di hutan di atas salju.

Ngga lupa aku juga mulai koleksi batu, mewarisi hobi Mamma Papà, sampe aku bikin story di instagram dan dibahas sedemikian rupa sama Mas Arham si anak Teknik Lingkungan kakak kelas keyen deh. Sumpah deh ngga tanggung replynya katanya batunya dipecah ntar dia bisa jelasin apa itu isinya. HAHA. Ya gamaulah aku mas mas, susah nyari dan belum tentu ada lagi mah mau dipecah kan ya gimana ya.

_

Weekend-ku disini gabisa jauh-jauh dari alam. Minggu kudu charge energy buat ski, maybe it was the last time. Kali ini harus puas-puasin. Papà Aurelio emang ngga tanggung-tanggung bawanya sampe saya ingin betrakta sudah tapi tak songgup. Selalu aja jelajahi bagian gunung yang belum terjamah tetap di gunung yang sama. Bedanya, aku merasakan kalau ternyata banyak kalinya aku ski dan terjatuh itu udah belajar banyak hal. Lalu membangun keyakinan ke diri sendiri kalo aku terus yakin dan mantap ngendaliin aku baal bisa naklukin luncuran dihadapanku. And it worked. Walopun di kemiringan yang sama tapi lebih semait aku ngerasa miring banget dan ketahan karena ada pemain lain yang nyelip dan akhirnya jatuh tersungkur.

Sakit ? Iya rasanya kaya ingin berkata cukup tapi kalo mau pulang masih harus ngelewatin banyak kemiringan dan muterin gunung. Subhanallah. Ada namanya ‘lift’ yang kaya tongkat nanti di sangkutin diantara dua kaki kita nanti narik ke atas. Harus pegang erat-erat. Sampe naik cable car pun sudah, aku ngga seberapa banyak jatuh tapi saking lamanya jadi pegal. Lupa nge-video dan akhirnya perjalanan pulang di lahan sepi Papà nge-record. Kebayang kan seberapa lincah Papà Aurelio karena meluncurnya. Mantabnya aku bisa-bisanya ngga mandeg sama sekali, haha. WAH ngga nyangka, sampe aku nemu si anak kecil sama Bapaknya yang lagi belajar ski, anaknya nahan nangis woyy ingin ketawa tapi jahat.

Haha, akhirnya di miringan yang sangat dia bener-bener nangis, “Papà che dici, questa è troppo ripido,” intinya kamu ngomong apa ini miring banget hiks hiks. Yeah you know is not that easy to learn ski. 

Sampe bawah, untuk melunasi sisa ‘PUNTI’ Papà memutuskan buat naik lagi tapi lewat lift. Aku bilang iya aku mau lagi. Naasnya behh karena ngga mantab lepasss loh hampir sampe padahal, aku takut nggelinding. Akhirnya harus jalan ke atas sedikit dan nembus hutan. Itu capek banget dan kakiku tenggelem terus. MashaAllah, aku sangat lelah sampe hampir keram tapi harus coraggio buat jalan terus, sempet nggelinding sebentar atau kepleset.

Heuheu nahan tangis tapi begitu udah sampe bawah, adem dan tenangnya MashaAllah. I DID BAPAK IBUKKK I will tell this hard adventure :) 

Sampai pada pertanyaan,

Kapan aku bisa maen asik Ski lagi babe ?

Terimakasih Februari dan slamat bertambah tua adekku Hanun di 27 Februari !


Taman Longarone menuju senja,


Ulima Nabila Adinta

Martedì, 24 Aprile 2018
Minggu ini bisa dibilang iya, minggu penuh emosi. Gerak-gerak pasca lima bulan yang tidak mau kubuat resah, tapi kan ya tetep aja ada keresahan

Deru-derai anak exchange mah ya gini, tapi ya dibikin santai aja yagaaa. One thing about my self that you guys have to know is : iya suka banyak pikiran yang jatuhnya bikin over-thinking but sometimes I couldn't believe beside this I can do something more that I wasn't expect before. In many cases loh ya bruuh.

Well,

Jadi di sela itu juga hari-hari sedang di push-push nya how was so far my language goes on then I decide to take language exam to get certificate. It doesn't mean for tanda inlay aja tapi kan ya kalo bisa mempersiapkan yang terbaik atas usaha belajar bahasa 10 bulan kenapa tidaaa ?? Di sela itu ada bagian relationship-ku di masa exchange yang sedang aku perbaiki, selalu. That's what exchange is, push you to get in to the life but still on yourself. It sounds a bit hard but you can do babe

Cerita memalukan juga ada haha,

Hari itu Kamis dan aku lupa bawa uang untuk bayar hoodie atau Felpe di bahasa italianya. Aku kebingungan sekali, nyari guru yang biasanya bantuin exchange student ngga ada. Aku tanya dengan nama depan beliau malah dikasih tau guru lain yang nama depannya sama. Akhirnya aku dah nungguin baru sadar ternyata bukan huhu.

Akhirnya nyari guru lain, alamat bakal mampus ini duh. Sampe ada guru yang bilang, "kan udah dibilangin ngga ada ngajar hari ini dia," *masih aja nyari,  gitu kali ya batin dia. Tapi akhirnya ada guru agama yang aku kenal eh dia ngga bawa uang, akhirnya dipinjemin guru lain. Aku janji balikin hari besoknya.

Beginilah anak exchange tetep aja ngga kaya sekolah dan culture temen Indonesia yang bisa langsung pinjem tanpa ada rasa 'ngga enak hati' kalo di negara sendiri mah. Huffttt akhirnya akhirnya bisa bayar juga Casian. Itu mahal amat hoodie doang ya ampun desainnya dikit lagi cuma seupil.

Cerita nyebelin banget juga ada,

Sewaktu Sabtu sore nongkrong aja gitu di Piazza Belluno di Cafe Al Manin beli hot-chocolate, niatnya mau bikin video pake tripot karena kagak ada temen. Eh taunya di tempat duduk belakang ada si gerombolan cewek gengsss yang nyebelin amat. Mereka noisy bangett ih, dikira saya ngga paham apa. Gaya-gaya sendiri di depan kamera. Che Fortuna sewaktu aku liat Daria sama Pittarello dateng, lagi nge date mereka. Akhirnya ditemenin dehh

Pittarello langsung nyemprot tuh bocah, "STAI ZITTA PER FAVORE" nyuruh diem gitu maksudnya. Diem deh mereka. Akhirnya aku bikin video ngomong sampe hot-chocolatenya adem kaku wkwkwk. Mereka berdua ya bantuin gitu, sambil mesen pesenan mereka.

Seperti kisah yang dituliskan, etdah formal amat haha. Tepat di hari Ahad atau Domenica  I always have something to do. Karena cuaca di Belluno jelek jadi Mamma Linda ajak ke Padova yuhuuu. Naasnya angin besar dari Siberia mulai datang dan Padova sangat dingin dengan kencangnya angin :(

But overall, Padova kota antik yang ngga padat. Piazza terbesar di Italia ada disana, namanya Prato della Vale yang dikelilingi sungai kecil dan nuansanya cantik adem lah. Ada patung-patung yang dipercayai sebagai Santo kalau dalam plural bahasa italia 'Santi'. Satu museum yang aku kunjungi adalah mantan rumah keluarga kaya. Gilzz orang kaya dulu di Italia emang berpengaruh banget karena mereka juga punya big interest on italian politic.

Ngga begitu tourism juga jadi lumayan sepi.

Dingin dan angin Padova yang membekukan dan chicken nugget - burger McDonalds jadi teman perjalanan pulang. Grazie mille Mamma Linda :)

Well. See ? Minggu penuh emosi ketidak karuan, jadi bukan hanya seneng-seneng aja loh ya. Pasti ada tuh di sedih-seneng-kecewa nangesss kaya es campur di exchange year.

di tulis di fine settimana hari Ahad yang penuh nafas haha (depan perapian dong, eh padahal dah Spring ahaha),


Ulima Nabila Adinta
Via Igne, 15 April 2018
Ceritanya sudah agak lama, tapi semoga masih hangat dan tidak usang

Jadi perpisahan sederhana antara aku, Akbar dan Rara berakhir di Bologna dan Treviso. Kalau ditanya dan sekedar diliat di story instagram iya lucu-lucu mengharukan. Ada kata Rara sewaktu beli tiket dari Bologna ke Piacenza, "dewasa woy gua udah gede," mengingat wajah dan paras tubuhnya yang terihat masih kecil.

Cerita tentang Bologna secapek naik 400 tangga ke TORRE atau menara yang ada di kota antik itu. Tambah kebingungan aku yang mau beli celana atau ngga tapi akhirnya 'engga' mengingat duit kantong yang selalu berkerincing ngga karuan hahaha.

Terimakasih yang banyak diekspresikan Akbar sama Rara ke Mamma Linda yang baiknya minta ampun dan atas kebaikan hatinya akan ada 'momentum ciamik' yang bakal diceritain ke anak cucu kita masing-masing. Berakhir dengan sedikit ghibah dan ngomong sepuasnya pake bahasa indonesia wkwkwk.

Ti ringrazio Mamma Linda :) Ti amo !

-

Lalu hari-hari penutup minggu itu adalah rutinitas biasa tapi aku pingin punya me-time rasanya dan liat daerah Val di Zoldo.

Akhirnya bukan me-time lagi babe,

Karena Papà Aurelio yang akhirnya ikhlas nemenin aku weekend untuk pergi ke daerah kecil di pengunungan Zoldo. Waw saljunya bakal masih dong haha. Nama kampung kecil yang berasa kampung mati dan cuma ada rumah itu namanya Brusadaz.

Lucunya emang beneran satu dua tidak lebih dari lima aku liat manusia berseliweran. Rumah-rumah kayunya yang lucu dan khas tradisional daerah sini. Jalan-jalan dan salju masih menggunung buat perempuan tropis macam aku. Ada bahkan yang menajam kebawah dari atap rumah yang akhirnya jatuh hancur haha habis aku pegang.

Sampai kita menurun lagi dan naik ke daerah namanya Costa e Coi wah rumahnya lebih khas lagi nih. Bayangin kalo estate or summer bakal rame tourist atau orang dalem Italia itu sendiri. Aku dapper foto diamik di depan mobil jeeps gitu di ujung perkampungan itu.

Gelato 2nd the best in Val di Zoldo jadi pemisah perjalanan dan kembali tapi juga mengawali kepusingan aku karena dingin, manis dan hott lah pokoknya haha. Tepatnya Gelateria Monte Pelmo di Dont.

Do you know what will I do besok the point of weekend-nay ??

ANDIAMO ! MAKING PIZZA YUHUUUU

Couple yang udah nikah setahun lebih tapi masih aja kaya pacaran, si Anna sama Dario. Mereka memang selalu baikk banget pagi-pagi menjelang siang udah bawa bahan lengkap untuk bikin Pizza dan Tiramisú. Langsung cuss dong yah meja makan bakal penuh tepung dan anek ragamnya.

Dario sang mastaahh ajarin aku dengan segala tekniknya yang ternyata emang gampang-gampang susah. Karena dia kerjanya bikin roti nih yang kudu siap di pagi harinya buat didistribusikan, tepatnya di comune sebelah Ponte Nelle Alpi. Lalu buat Tiramisú wah ternyata juga bahannya ga susah, cuma kejunya yang bakal nemu ngga besok di Indonesia.

Sayangnya karena kameraku batterenya habis jadi pake kamera Papà yang beralih-alih tempat demi mengabadikan dengan jeli apa yang kita lakuin hari itu. Ngga tanggung-tanggung bikin Pizza nya banyak dan dengan macem-macem topping. 

Hayolo tabak apa yang kita lakuin habis itu. Ngga bisa banget memang buat host-family ku ini hari Minggu tanpa olahraga. Jadi kita jalan dan nemenin Anna pulang ke rumahnya di pusat Longarone jalan kaki dan balik lagi. Engga jauh sih tapi ya ampun yaudah deh IKUT DONGG. Ntar aku diejekin "debola" lagi hahaha, aka -lemah-.

Syudaaa..

Masih belom berakhir ya cerita exchange year-ku. Walopun ditulis dua bulan berikutnya tapi yang namanya momentum sulit dilupakan :')

Thank you for Kindly 'hear' my stories. 

Ditulis setelah makan bakwan plus sambal kacang, hari Minggu harus rehat-rehat yah. 


Ulima Nabila Adinta
Via Igne, 15 April 2018



Come una fiaba e un mondo reale, veramente bellissima natura. Non imagino sono esiste di essere tra la natura. Grazie Allah :) Sei veramente Il Mio Dio dappertutto.

Ciao !
Masih dengan Akbar dan Rara, ngga kelupaan Mamma Linda yang ketulusannya ngajak kita muter kemana mana. Awalnya sebenernya cuma Akbar yang minta ikut Nabila pergi. Tapi Mamma bilang,
"Nabila cel posto per Rara se vuole"
"Veramente? Ahh okai mando messagio a lei. Grazie Mamma !"
Kan kegirangan sekali bisa bertiga, haha. Mengingat kenyataan ketemuannya geng ALI BABA a.k.a Anak Italy Lapar Bareng Bareng ngga pernah terwujud. Yaahh ya sudah kan ya,
Setelah berlelah ria dari Venezia,
Kita ngobrol sampe larut malam bertiga, sampe perapian rumah berubah menjadi tak berasa kehangatannya. Lalu dikejutkan dengan turunnya salju pagi harinya, indah banget masya Allah. Sebelum pergi hari Senin ke Romagna, Mamma bawa kami ke Ponte Igne atau jembatan panjang di depan Via Igne.


Come una fiaba e un mondo reale, veramente bellissima natura. Non imagino sono esiste di essere tra la natura. Grazie Allah :) Sei veramente Il Mio Dio dappertutto.
Di perjalanan Mamma ngga lengah untuk nyeritain beberapa tempat yang kita lewatin. Sayangnya oh sayangnya hujan hikss. Kira-kira 3 jam perjalanan kita sampai di suatu wilayah dekat Ravenna untuk mampir ke gereja. 
Iya, mesti beliau hobi banget nunjukin gereja dan segala art-nya. Mengambil jeda sekalian mengisi perut.
Kita bakal ke kota dimana Dante dikubur, La tomba di Dante.
Siapa Dante ? Uhh terkenal banget di sejarah literaturnya Italia, La Divina Comedia yang isinya puisi Dante dan sampe sekarang bikin pusing Italian Students, because they should learn deeply their history hahaha.


La Tomba di Dante

-
Kita keliling kota (pasti) sambil jalan kaki dan pake payung masing-masing. 
Jadi Ravenna ini punya castle-castle yang saling berhubungan. Piazza Centrale kota ini famous karena 'komunisme' nya. Kota sedang -ngga kecil atau pun besar- yah bisa dibilang sejenis Padova. 

Aku, Akbar dan Rara always excited buat beli sesuatu khas dari tempat yang kita kunjungi. Postcard pasti aku beli, pasti haha. Eh jadi inget belum kirim postcard ke Indonesia hehe, sama ke temen-temen exchange. Lalu kita nyempetin ke La Tomba di Dante, makamnya penyair Italia tersohor itu.

AKu juga nemu notes murah di Tiger, boro-boro di Belluno bakal ada toko semacam Tiger. Bukunya kira-kira 5 euro. Langsung kita menembus Cervia-Romagna. Letaknya kota ini berada tepat di pinggir pantai. Rumahnya Zio / Om. Kita nginep di apartemen kecil, ngga di rumah Zio karena ada tiga anjing gede banget dan satu kucing. Baikk banget Mamma mikirin aku, haha.

Masakan opor ayam dan kerupuk yang aku bawa dari rumah ngga jadi buat cena / dinner kita sama Zio dan Zia. Karena mereka lagi ngga enak badan jadiah kita makan bareng di apartemen. Harus kuat-kuat besok ini dek.

-



Republik San Marino, 13 Februari 2018

Pagi, dengan penuh kesiapan kalo bakal menerjang dingin. Selain karena cuaca diprediksi sedang ngga baik dan San Marino ini letaknya ada di ketinggian lebih, agak di bukit begitu lah. Bener aja, setelah 20 km perjalanan dan disambut dengan sinyal 4G+ hahah kabut semua isinya coy. Ternyata pembatas antar negara ini cuma gerbang aja.

Kita cari parkir dan hanyalah jalan romantis bareng kabut. Non si vede niente:(. Ngga liat apa-apa. Hikss padahal yah bakal unik banget kalo bisa liat Republik San Marino ini. Negara kecil di dalam Italia semacam Vatikan. Semakin dingin dan dingin, kaya kota mati. Ngga ada manusia di luar, palingan ada manusia di toko-toko. Itu pun ngga banyak.
Republik San Marino ini punya tiga torre - atau apa ya di bahasa indonesia kaya puncak gitu. Bisa liat gardu pandang dari atas bukit. Sayangnya oh sayangnya sampai di first torre kita memutuskan kembali. Karena percuma, kabutnya bener-bener menghalangi penglihatan. Tapi uniknya kita bisa liat salju yang bener-bener bergumpal di pohon dan dahan-dahannya.

Republik San Marino merupakan negara terkecil ke lima di dunia dikelilingi Italia. Negara republik tertua di dunia, dibentuk 3 September 301 oleh Santo Marinus dari Rab, seorang tukang batu Kristiani yang kabur pada saat penganiayaan agama oleh Kaisar Romawi Diokletianus. Letaknya 100% di pegunungan.

Negara ini tetep menggunakan euro dan bahasa italia, bandara internasional terdekatnya ada di Comune di Rimini, bandara internasional Federico Fellini tapi mereka punya landasan helikopter sendiri loh di Borgo Maggiore.

Negara terkecil ke-3 setelah Vatikan dan Monako di Eropa dan konstitusi diberlakukan pada 1600. Uniknya nih ada semacam tv kecil gitu di deket gedung pemerintahan mereka, tentang impian mereka jadi pusat dunia, haha. Ditayangkan dengan kartun gituuu.

-

Yah begitulah kira-kira perjalanan kita, langsung pranzo atau lunch di apartemen aku, Akbar sama Rara bikin seblak 12 atau 11 cabe HAHA. Tambah mie juga, asik banget sensasi pedesnya sampe Mamma Linda geleng-geleng haha.

Avete Mattiiiii- Kalian Gilaaa,



Yaiyalaa apa sii yang engga buat ngobatin rindu masakan pedas haha,

Sorenya kami rehat jalan kaki ke pantai, at least my list was checked ke Pantai setelah sekian lama. Walopun nih ya ngga indah-indah banget pantainya. Harus disyukuri :'). Ditutup dengan hot-chocolate a.k.a cioccolata calda.




Agaknya cerita ini ditutup sampe sini dulu, minggu ini bakal terbagi jadi dua okai. Alhamdulillah, selalu banyak kejutan dan kekuatan pertemanan baru yang Allah pertemukan ke Nabila. BaarakAllah,

Salamullah,

di tulis di kamar dengan sangat melek karena tidur dua jam awal ba'da maghrib hehe,


Ulima Nabila Adinta
Via Igne, 13 Maret 2018








Minggu yang dipenuhi stressed out be like,

Just because sariawan lima dan sakit gigi yang ngga kunjung sembuh, iya bener-bener ngga kunjung sembuh

Eh, sedih banget prolognya haha. Banyak diterpa kebahagiaan juga ternyata




Bisa maen dan ngobrol cantik sama Daria Kurovska, cantik baik simpatica banget dia. Gadis Ukraina yang sekarang like fully italian. Aku maen ke rumahnya dan dia dandanin Nabila yang polos sangat ini. Kesambet apa Daria, the most that Love from Daria is the way she put eyeliner on her eyes. It's beautiful dear, kita keliling rumah tua di Villa Patt dan Sedico.

Sampai pada ngobrol manis soal kedok anak kelas haha, iya dia cerita the real condition before and now here. Sedikit ngga nyangka tapi aku menilai sebagai sebuah kewajaran kok. Eh sayangnya gabisa nih tak ceritain di sini, hehe.

I catch my friends here in person, to make a bound for forever. Hopefully !



- 

Singkat cerita, 

Aku lagi pusing-pusing nyari cara to go out from Italy, in good ways loh ya. Ingin sekali bisa keliling Eropa at least beberapa negara aja deh. Bismillah, ingin mengembara lebih jauh mumpung sudah sampai sini.

Tapi kejutan istimewa hadir di penghujung minggu ini dengan kedatangan dua krucil Akbar si pintar dan Rara si Elsa - tokoh kartun frozen zaman now. Kita bakal punya perjalanan selama beberapa hari ke depan. Mereka dateng dan dijemput Anna di Stasiun Ponte Nelle Alpi Polpet.






Lalu kita memporak-porandakan dapur dengan masakan Indonesia dan nyetel lagu kenceng. Sambil ghibah Italian People di sekitar masing-masing. Akbar on his way make rendang, Rara and me on our way bikin bartabak-mie indomme goreng-omlet. Segalanya deh, zampe mereka bilang,

"Ini pedes Nabila banget sambel terasinya," Sambel terasi sachet itu loh padahal.

Kita nyiapin cena or dinner buat satu rumahku. Papà Mamma ngerasain kok, kehangatan anak-anak Indonesia dan merken surely ngerasa kalo siapa pun yang nge-hosting anak Indo pasti senang dan riang hahaha. 

Kita ngobrol dan membucahkan semua rasa kangen di rumah sederhana ini, bahagia ? Iya banget. Slaing jauh sebelumnya di Indonesia tapi didekatkan di Italia,

Akbar - Rara makasih banyak ya :) siete davvero amici !

-


Venezia, 11 Februari 2015

((dan untuk kesekian kalinya saya ke Venezia lagi))

Akhirnya kita caw naik mobil sama Mamma. Honestly Mamma merasa ngga enak badan tapi udah membaik hari itu, Tike dan Elsa Mammanya pun ikutan, tapi pada akhirnya di Venezia kita misah karena Tike nungguin temen cewenya Thailandese - AFSer juga.

Karnavalnya lebih kerasa suasananya di Dosoleda, entah kenapa di Venezia ini terlihat un-organized well. Terlalu sesak manusia juga, tapi kami happy dongg. Ngga bisa diitung kita ambil foto berapa kali, si Akbar yang cowo gitu juga demen banget dah foto.





Aku sampe ingin berkata -enough- karena sudah kesekian kalinya ke Venezia.

Buat mereka dan anter mereka ke sini -another mean of happiness- juga, seneng bisa bahagiain temen pun lewat kebaikan dan ketulusan Mamma Linda.

Satu hal yang sangat disayangkan sewaktu kita ke Venezia,

Sambil on contact with Rarai yang otw dari Salerno dan akan sampai Venezia tengah siang. Sialnya dia ngga buka tape sewaktu sampe di Venezia, sedang kita udah end of journey. Akbar, Rara dan Mamma Linda beli magnum di Magnum Venice. Aku tunggu Rarai di depan stasiun,

Naasnya dia malah ngga buka hape -___-

Foto salam selamat tingga "Arrivederci RARAAII"

Satu dari sekian banyak minta foto bareng, hehe

Udah langsung ke penginapan, duh ya mana bisa kita kejar Rarai sayang. Yasudah akhirnya kita -failed to meet up- and finally we back home directly. 

Semoga kita dipertemukan secepatnya ya shay ya, gemas sih gue sama lo. Dasar wkwkwk,

di tulis di sofa ruang tengah di depan perapian - jujur suhu dah mulai menghangat menuju primavera or spring or musim semi,


Ulima Nabila Adinta
Via Igne, 11 Maret 2018





Bulan Februari hampir bulan menuju half way Nabila,

Pastinya banyak hal yang udah terlewati, banyak hal yang juga yang diresahkan

Masa-masa mempertanyakan ke diri sendiri how's my relationship with people here ? 

Do I really make friends ?

How's your language going on ?

And everything. But it'll create fatigue, if I am not enjoy it

-

Kebahagiaan kecil lain adalah ketika aku berhasil menang lomba Così Vedo L'Italia. Iya subhallah akhirnya bisa menang, at least hal kecil. Entah, kehadiranku disini serasa remind me nutuk suka mengabadikan momen kecil, karuna suguhan alamnya bagus banget coy. Sayang kekeringan iman :')

Akhirnya juga bisa ketemuan sama Chaimaa,

*eh btw aku sering nulis diawali 'akhirnya', hahaha. Karena emang sesuatu yang kita tunggu meskipun itu hal kecil di masa exchange year itu worth it sekali.

Chaimaa, doi gadis Morocco yang stylish banget dan berhijab. Dia ajarin aku -how to catch the beauty- ceilah. Beneran dia cantik banget. Bisa di reach lewat instagramnya dia @benaly_98 . Kita ngobrol soll pergaulan di Italia. How it works, dan ternyata dia super menjaga banget.

Remaja Italia itu mereka pergi ke discoteca, setiap Sabtu malam. Perempuan dan laki-laki bercampur aduk ngga karuan, yes ya begitulah sampai dini hari mungkin. Chaimaa memilih untuk 'tidak' dan pernah suatu waktu dia pergi dan ya aneh aja dengan hijab, katanya. Dia pun kekeh tetep mau dapet jodoh yang muslim tapi non-morocco.

But, it doesn't mean kita susah berteman, engga dong kita juga tetep mengikat pertemanan :)

Tantangan exchange students juga termasuk nge-reach temen. Selain karena budaya pergaulan yang beda :') mulai harus berani nge-chat duluan ngajak ketemuan atau jalan atau sekedar makan sushi bareng. Karena itu, aku jadi lebih menghargai pertemanan yang aku ikat di Indonesia. Lebih-lebih I really feel like the only exchange student di Belluno.

Tapi, karena itu aku bisa lebih deket ke Italian friends akuuhh :))) yang selalu open buat ngajarin bahasa italia.

-

Ada apa ya pengawal Februari ?

Oh ya, weekend 5 February 2018,

Karena kebaikan dan kesukarelaan Mamma Linda dan Papá Aurelio kita pergi ke Dosoledo, Tike dan Lim Xiang Malaysia juga di ajak. Sebelum ke Dosoledo kita main ke daerah Cadore yang lain, rumah tradisionalnya yang kental dengan kayu dibalik gunung es dan penuh salju pulaaa, negeri dongeng impian banget dah.



Il Carnevale di Dosoledo, 5'02'2018

Karnaval yang sudah turun temurun dan pakaian + topengnya homemade semua. Sampai tepat di Piazza Centrale serasa campur ke pesta rakyat and everyone asikkk banget. Langsung terbawa suasana. Semuanya gerak dan joget, apalagi iringan musiknya di satu tempat suara dawai biola yang dimainin bapak-bapak.

Banyak waktu jeda yang diberi buat seluruh yang hadir, jadi kita semua bisa dansa sama siapa pun. Apalagi wuhh, aku ngajak dansa sama bapak atau ibu bertopeng. Siapa pun ! Pernah juga sama Papá Mamma. Apalagi ditemenin gunung penuh pohon dan diguyur salju. Mulai dari kepanasan sampai turun rintik salju mereka non stop buat dansa. Ada dua maskot yang salah satunya aku foto sama dia.




Gilzz gilzz ga sabar juga liat karnaval di Venezia, bisa ikut meriahin di tempat terpencil di negara placement tuh sesuatu banget. Menandakan bahwa aku bisa lihat direct how the culture in this country. Kalau mau lihat lebih lengkap soal gimana karnavalnya, bisa cek di channel YouTube saya gengss. Klik disini ;






That's all how was my early February,

Ngga sabar libur karnaval dan punya perjalanan sama Rara Akbar ragazziiii

Tapi masih ada keresahan-keresahan yang aku pikirkan kala itu

Jadi, life in my exchange year itu berimbang. Bukan hanya kesenangan-kesenangan yang terjadi,, it just hold on hold on bruuuhh. Ciao !


Selasa yang dirundung kebingungan menyusun perjalanan lagi dan lagi hahaha
(maksudnya nyuri-nyuri libur mengingat kurs euro ngga baik hati sekarang, ehe)


Ulima Nabila Adinta
Via Igne, 6 Marzo 2018







Penghujung Januari yang lalu,

Menyisakanku banyak cerita untuk dibagi, sayangnya aku baru memberi waktuku di akhir bulan Februari. Aku ucapkan terimakasih ke buku harianku - tinta di dalammu menyelamatkan ingatanku, hehe

Palau kamu masih percaya kekuatan ingatanmu sangat kuat dan just flowing you don't need to write it. Tapi, I am kind of person yang ngga mau melees itu di satu tahun pertukaran pelajarku.

-

Iya, Januari jadi akhir pertemuanku sama Aurora Ferra or Aury. Kawan satu kelas, -akhir pertemuan- yang -sementara- iya sementara karena kita masih berharap bisa ketemu lagi, suatu waktu nanti

Aurora bakal pergi ke Australia for 6 months of her exchange actually. So, menyisakan kebaikan terakhir atau sekedar makan bareng, sesederhana itu semoga saling membekas di ingatan kita masing-masing



Walopun iya, aku ngga sedeket itu dengan Aurora dibanding dengan Alice. Tapi berkat Exchange-Year aku jadi mengharuskan diriku untuk menghargai sesebentar apapun pertemuan. Toh, hidup juga penuh fase dan akan terus berpindah.

Aurora, aku beri sedikit khas Indonesia, yang aku bungkus dengan sederhana pakai kertas kado yang aku gambar sendiri. Casian sama Michelle (best friend Aury nihh) nemenin kita. Semoga 6 bulanmu membentukmu jadi lebih baik ya Aury :') The thing that I love the most from Aury is her fashion, full colour. Not as italian in majority, yang mereka lebih suka pake hitam. Mungkin biar terkesan lebih elegan dibalik kulit putih mereka, but I love Aury's Fashion !

-

Untuk kedua kalinya aku diberi kesempatan naik kereta Freccia Rossa buat jengukin my best host sister Irene di Torino loh,

Hari dimana the last day I saw Aury jugak, oke balık ke Torino,



Anyway tenting museum aku sudah cerita sepenggal di sini (klik). A little reflection, Torino kota besar yang menyisakan rasanya peel muter harus jalan kaki, eh engga ding bercanda. Dasar manusia zaman now tuh manja haha.

Karena terjadi sedikit accident jadi kereta kita molor sejam.

Makanan yang menyambut malm itu adalah Kurdish type, haha you know lah kalo Torino nih kota besar jadi makanan mancanegara tersebar, sayangnya ngga ada Indonesian Restaurant :( But seenggaknya I found income walopun cuma rebus hiksss.

Yang unik waktu ngunjungin Torino ada musem egyps bisa dilihat di link tadi, rumah yang kita tingggalin juga beda dari bulan Oktober lalu, jenis BnB. Diantara hostel dan hotel lah, cocok kalo buat pilihan waktu travelling uangnya medium hahaha. Jangan lupa coba biccherin -minumana khas Torino dengan coklat kental-

Yang ngeselin dari kejadian di Torino adalah, kesel banget ada bapak penjual bunga INNOCENT BANGET KUY, dia nawarin bunga nyodorin ke tengah aku sama Irene pas gandengan. Ya itu trotoar kecil plizz pak, yang aku minggir. Udah mau jatoh itu, sambil gendong tas yang dibeli di Mercato Porta di Palazzo langsung rusak ya Allah. Barang murah mah gini, apalah daya yang duitnya pas-pas an begini :(

Langsung suntuk malem itu. Padahal habis seneng nonton film The Oriental Express yang sadis itu.

-



Apa itu Mercato di Porta Palazzo ?

Torino, kota besar di ujung north-west Italia dikenal dengan kotanya para imigran, kotanya manusia dari berbagai penjuru dunia. Sisi lain di bagian hampir tengah kota, kebetulan saya dibawa Irene - Host Sister ke bagian ini, yang dikenal rutin setiap Sabtu dengan “Mercato di Porta Palazzo” atau “Market of the Door Palace” , lebih tepatnya apa saya kurang paham secara harfiah, hehe
.
Yang jelas, saya berasa nggak seperti di Italia. Bagian yang diisi banyak etnis yang rata-rata datang dari Afrika, orang-orang Rom/Zingari/Gypsi, dan lainnya yang khas dari gaya berpakaiannya kata Mamma Linda. Pasar ini lumayan kumuh, semua barang yang dijual berharga rendah. Semakin saya masuk dan menulusuri barangnya ala-ala negara-negara Afrika. 





.
Naluri saya bilang harus hati² banget, “Stai Attenta Nabila” kata Irene. Mulai dari baju-sepatu-tas-kain-masker- yang terlihat nggak seperti Italia. Entah new or second hand yang jelas murah asliiii! Bisa ditawar lagi. Banyaknya pendatang yang kemudian home-less ini jadi salah satu masalah besar di Italia.
. 
Sampai ada grafitti bertuliskan “senza frontiere nessuno è clandestino” - “without borders no one is underground” kira² ya nggak bakal ada perlindungan buat mereka, nggak seperti kita yang dilindungi negara. Terlihat memprihatinkan, iya pasti. Atau entahlah, hanya karena perang yang buat less-motivation atau mungkin bener² have no idea dan hanya ingin lari. Saya nemuin “No Justice No Peace” tapi saya juga nemu “PACE” - “PEACE”. Everyone want PEACE dear, 





The world is still just like this :(
Kalau kita ngga peduli, dan masih mikirin diri sendiri. Ayo kenali dunia lebih dekat lagi :’)

Tanti Saluti,
Kereta Freccia Rossa Torino-Venezia,
28 Januari 2018
-




Kita tiga hari itu jalan terus buk pak. Sebelum makan siang terakhir pake ramen-Jepang yang mantab banget itu lezat, di hibur sama geng musik jazz yang nyampurin tipe musik Argentina - Paris , lagu-lagu menenangkan dan meneduhkan , lagu lawas sih. Banyak banget yang appreciate mereka, ada anak kecil goyang-goyang juga.



Keburu ceritanya lawas, dan aku selesaiin ini udah sampe di bulan Maret awal. Maafkan keogahan dan kecekatan Nabila yaaahh. 

Ohya berkesempatan juga ke puncak Mole a.k.a Mall yang udah jadi museum, aku liat Torino dari atas. Terlihat piazza-piazzanya yang bener-bener kotak rapi, ada juga bangunan synagog dari jauh. Subhallah, pegunungan di pinggiran yang ketutup salju indah banget.


Salam hangat menuju 6 bulan tepat hari-hariku,


Ulima Nabila Adinta
Via Igne, 5 Maret 2018






Postingan Lama Beranda

Cari Blog Ini

POPULAR POSTS

  • Di Kereta Pasundan
  • Unfinished Dress
  • Mendekati Kepulangan
  • Singgah di Singkawang

Categories

AFS Italy 2017-2018 Self Talk Hijrah Malaysia Ramadhan di Italia
Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • Januari 2026 (1)
  • November 2025 (2)
  • April 2025 (1)
  • Desember 2024 (1)
  • Juni 2024 (5)
  • Januari 2024 (1)
  • Desember 2023 (1)
  • September 2023 (1)
  • Agustus 2023 (3)
  • Februari 2023 (1)
  • Januari 2023 (1)
  • Desember 2022 (1)
  • November 2022 (1)
  • September 2022 (1)
  • Agustus 2022 (3)
  • Mei 2022 (3)
  • April 2022 (10)
  • Februari 2022 (1)
  • Desember 2021 (2)
  • November 2021 (1)
  • Oktober 2021 (2)
  • September 2021 (1)
  • Agustus 2021 (2)
  • Juli 2021 (3)
  • Juni 2021 (2)
  • Mei 2021 (1)
  • April 2021 (2)
  • Januari 2021 (2)
  • Desember 2020 (2)
  • November 2020 (1)
  • Oktober 2020 (11)
  • September 2020 (1)
  • Agustus 2020 (2)
  • Juli 2020 (2)
  • Juni 2020 (1)
  • Mei 2020 (19)
  • April 2020 (7)
  • Maret 2020 (2)
  • Januari 2020 (1)
  • Oktober 2019 (1)
  • September 2019 (1)
  • Agustus 2019 (1)
  • Juli 2019 (1)
  • Mei 2019 (1)
  • Maret 2019 (1)
  • Februari 2019 (2)
  • Januari 2019 (1)
  • November 2018 (1)
  • Agustus 2018 (1)
  • Mei 2018 (2)
  • April 2018 (4)
  • Maret 2018 (4)
  • Februari 2018 (5)
  • Januari 2018 (7)
  • Desember 2017 (9)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (6)
  • September 2017 (7)
  • Agustus 2017 (2)
  • Juni 2017 (12)
  • Mei 2017 (11)
  • April 2017 (6)
  • Maret 2017 (3)
  • Februari 2017 (4)
  • Januari 2017 (2)
  • Desember 2016 (5)
  • November 2016 (6)
  • Oktober 2016 (6)
  • September 2016 (5)
  • Agustus 2016 (1)
  • Juli 2016 (1)
  • Juni 2016 (6)
  • April 2016 (2)
  • Februari 2016 (1)
  • Januari 2016 (2)
  • Desember 2015 (1)
  • November 2015 (3)
  • Agustus 2015 (1)
  • Juli 2015 (1)
  • Juni 2015 (4)
  • Mei 2015 (1)
  • April 2015 (2)
  • Februari 2015 (6)
  • Januari 2015 (3)
  • Desember 2014 (4)
  • November 2014 (14)
  • Oktober 2014 (2)
  • Agustus 2014 (3)
  • Juni 2014 (12)

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates