Nabiloski De Pellegrini
"Sebenernya manusia punya energi-energi luar biasa yang ngga terduga, nah gimana caranya energi ini keluar tanpa harus ada momen-momen terdesak."

Obrolan malem itu di rumah temen Bapak, namanya Pak Gawal. Bapak dan Pak Gawal ini suka banget mempelajari hal-hal yang bisa mengimbangi akal dan hati. Kalau Pak Gawal juga bisa terapi reiki, sebuah terapi yang bisa mengeluarkan energi-energi negatif dari dalam tubuh. Ini ilmiah kok, bukan hanya ilmu-ilmu yang nggak terbuktikan.

Selalu seneng kalau ngobrol perihal beginian sama Bapak atau pun temen-temen Bapak yang lain.

Berusaha mempelajari kekuatan-kekuatan manusia, cakra-cakra di dalam tubuh manusia sampai spiritualisme kritis lainnya.

Nah, sadar atau ngga sadar kita selalu butuh latihan-latihan dan refleksi berulang kali buat menyeimbangkan emosi kita, menyeimbangkan hidup kita, dan menyeimbangkan ekspektasi-ekspektasi yang secara ngga sadar kita push ke diri sendiri. Terkadang muncul rasa lelah yang kita ngga tau sebabnya apa.

Makanya proses mengenal diri tuh terjadi sepanjang waktu seumur hidup kita, karena toh nyatanya kita selalu butuh evaluasi-evaluasi berkelanjutan supaya diri kita ngga melakukan kesalahan yang sama ke depannya. Hal-hal kaya gini yang sering bikin aku berkontemplasi atas segala hal yang terjadi.

Nasihat-nasihat dan cerita-cerita banyak orang di sekelilingku yang justru jadi reminder yang bisa nge-charge supaya aku ngga boleh merasa capek lebih dulu. Supaya ngga merasa capek sendiri, supaya percaya bahwa setiap manusia pasti punya kekuatan-kekuatan luar biasa di dirinya. Hal semacam ini butuh modal 'percaya' kan?

Nggak mudah ya ternyata percaya minimal ke diri kira sendiri. Butuh banyak perenungan untuk ngobrol ke diri sendiri dan ngobrol sama orang lain, semata-mata buat menyaring energi-energi positif di sekeliling kita.

What I'd like to say here is that.... don't be hesitate to talk to others. Don't push yourself too hard, find someone to talk. Don't ever think thay you have nothing in the entire world. I bet, everyone has their own energy to keep their life balance. Trust on yourself yah! I'm here to talk because sharing is caring!

Kunjungan malem itu ke rumah Pak Gawal yang rumahnya mojok deket sawah-sawah dengan minta daun mint buat ditanam di rumah, hehe.

Temanggung, 28 April 2020






Selamat pagiii

Beberapa hari ini ada beberapa keresahan yang jadi satu di kepala. Mungkin barang satu, dua atau sebagian orang dari kalian pernah merasakan hal yang sama. Apalagi aku yang susah banget buat ‘diam’ di waktu normal.

Pandemi ini sedikit banyak buat aku berkontemplasi, re-thinking about new way to look at our life. Kita akan sama-sama menghadapi dunia baru dari hari ke hari, sebagian harus pergi lebih dulu tapi banyak juga yang masih bertahan. Di balik semua aktivitas waktu normal yang direnggut, setidak-tidaknya kita masih punya waktu untuk belajar. Meskipun dengan sistem kuliah daring yang agak memuakkan.

Rasanya, pingin ngeluh aja terus pas awal-awal atau mungkin sampai sekarang. Ya kan?

Puncak keresahanku adalah di hari kemarin. Kok rasanya begini ya, begitu ya, nggak bisa melakukan produktivitas seperti yang orang lain bisa lakukan dan memanfaatkan kesempatan buat menolong orang lain.

Lalu, sungguh..  keresahanku terobati setelah ngobrol sama Savina. Sahabat keren dan cerdasnya nggak karuan yang lagi sama-sama berjuang untuk bertahan di Jepang.

“Nab, kita stay di rumah aja udah ngebantu dokter lho.. kata-kata Ernest yang dikasih temen aku sounds like he’s talking about the truth, ini tu pandemic, bukan ajang produktiviti, tugas kita sebenernya untuk bertahan.”

Tarik nafas yang dalem. He exactly replied my question. Mungkin emang bener kita nggak bisa melakukan semua hal yang menurut kita itu adalah ‘sebuah produktivitas’ sesuai ukuran kita. Tapi jangan terlalu khawatir, bukan berarti kalau kita merasa resah kita nggak peduli, justru kita peduli ke diri kita sendiri. Tapi coba deh, give yourself time and let yourself re-thinking and re-reflecting who you are.

Let your self grow as we go. Don’t push your self too hard yaa!

Temanggung, 27 April 2020

Catatan Pertemanan

Dari sekian banyak rupa kesedihan di tengah pandemi ini, masih ada hal-hal yang bisa aku syukuri ternyata. Terpaksa men-jeda-kan diri sendiri bukan hanya terjadi di satu atau beberapa orang pada suatu masa. Keterpaksaan ini sedang sama-sama kita semua alami, in the entire world.

Rasanya ingin berterimakasih ribuan kali,

Pandemi ini menambah berarti catatan pertemanan aku dengan banyak orang yang pernah aku temui di masa lalu. Mungkin aku belum bisa dibilang 'teman baik' dan menguntungkan untuk semua teman-temanku, buat aku menjaga pertemanan itu sama pentingnya dengan menjaga kesehatan diri sendiri.

Pertemanan itu semacam satu tubuh yang nggak bisa hidup terpisah-pisah. Catatan besar di tengah pandemi ini memunculkan budaya pertemanan yang baru, setelah bumi berevolusi hampir dua kali akhirnya aku terhubung lagi-lagi sama AFSer Triveneto lainnya, aku terhubung lagi sama squad I-US YLP.

Meskipun nggak semuanya, tapi mereka saksi nyata dari proses hidup aku. They were part of it, no matter where they are right now, they're the most valuable people, and I keep them deep inside my heart. Pandemi ini semacam 'reconnecting lives' yang ternyata sesuatu yang nggak kita prediksi sama sekali bisa terjadi kapan aja.

As simple as, nanyain "How are you guys doing right now?" di sela-sela percakapan via zoom dini hari karena menyesuaikan adanya time-zone dengan teman-teman aku dari Turki, Bosnia, Denmark, New Zealand itu nggak mudah.

Kita bisa ngobrol hampir dua jam. Sesederhana ngomongin kenangan-kenangan dulu yang cuma bisa kita mimpiin bakal terjadi lagi sampai kesedihan kita karena adik-adik AFS 19/20 terpaksa semuanya harus early return. I am so sorry we have to go through this tough time :(

Ternyata kita semua sama di dunia ini. Kita semua sama-sama sedang diuji untuk sesuatu hal besar kemudian. Bahwa menjaga pertemanan selalu butuh usaha, harus ada f aksi = f reaksi, keterkaitan satu sama lain. Butuh usaha dan waktu serta menanggalkan kegengsian untuk sekedar menyapa ya ternyata. Time flies, people change. Meyesuaikan ritme pertemanan satu negara aja susah, maka butuh usaha berkali lipat buat tetap menjaga ritme pertemanan kita dengan teman-teman di seluruh dunia.

Apa iya harus menunggu pandemi sampai kira ngobrol lagi?

It's a moment!

Temanggung, 25 April 2020

Terkadang memulai itu sulit banget ya, akan ada banyak hal yang berdatangan silih berganti di pikiran manusia. Apalagi manusia semacam aku, yang alih-alih cepat memutuskan, memikirkan segala risiko aja cukup memakan waktu bahkan waktu banyak teman untuk turut menasihati.

Di tengah pandemi ini, ada banyak kesedihan yang melanda. Banyak kesabaran yang diuji, tapi aku selalu percaya di balik semua itu ada banyak syukur yang patut kita hargai. Tips-tips sampai template-template bertebaran di sosial media. Intinya satu, mau ngapain ramadan tahun ini? Apa jadinya ramadan tanpa meramaikan masjid?

Setiap tahunnya aku selalu punya target untuk berapa kali khatam dan kajian-kajian di setiap ramadan. Beberapa kali tercapai seringkali juga tidak sempat atau alamiah sebagai perempuan yang nggak pandai mengkalkulasi kapan datang menstruasi hingga aku nggak sempat mencapai target. Sedih? Iya terkadang, tapi aku percaya Allah nggak menilai hamba-Nya dari segi kuantitas tanpa menghadirkan hati.

Ramadan kali ini akan jadi sebuah episode cerita yang berbeda, untuk aku, kamu, dan mereka.
Satu hal yang aku mau coba, mengkhatamkan Al Qur’an sekaligus artinya. Usaha mengaji sembari membaca arti waktu SD sampai hari-hari di Mu’allimaat ternyata belum usai. Alih-alih itu semua, membaca artinya pun belum tentu bisa kita praktikkan semua, ya kan?

Bismillah, akan aku coba.

Selain itu, ada ide menarik di twitter yang dikutip sama Golda, teman seper-antroan-ku. Sebagai milenial, seringkali kita mengkutip lagu lalu ada juga yang menuliskannya. Mungkin kali ini kita bisa coba mengutip minimal satu ayat dan kita maknai sendiri, tulis dalam jurnal. Ide menarik sekali :)

Ramadan kali ini akan berada dalam ‘kesunyian’ yang akan aku maknai. Rentetan ritme kehidupan sebelum pandemi seringkali membuat terlena. Semoga ramadan kali ini bisa lebih bermakna, menjadi lebih baik setiap hari itu adalah keharusan yang harus terus diusahakan. Selamat kepada siapapun yang udah melewati hari pertama ini. Semoga kita senantiasa diberi kekuatan ke depannya!

Temanggung, 24 April 2020

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Cari Blog Ini

POPULAR POSTS

  • Di Kereta Pasundan
  • Unfinished Dress
  • Singgah di Singkawang
  • Mendekati Kepulangan

Categories

AFS Italy 2017-2018 Self Talk Hijrah Malaysia Ramadhan di Italia
Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • September 2026 (1)
  • Januari 2026 (1)
  • November 2025 (2)
  • April 2025 (1)
  • Desember 2024 (1)
  • Juni 2024 (5)
  • Januari 2024 (1)
  • Desember 2023 (1)
  • September 2023 (1)
  • Agustus 2023 (3)
  • Februari 2023 (1)
  • Januari 2023 (1)
  • Desember 2022 (1)
  • November 2022 (1)
  • September 2022 (1)
  • Agustus 2022 (3)
  • Mei 2022 (3)
  • April 2022 (10)
  • Februari 2022 (1)
  • Desember 2021 (2)
  • November 2021 (1)
  • Oktober 2021 (2)
  • September 2021 (1)
  • Agustus 2021 (2)
  • Juli 2021 (3)
  • Juni 2021 (2)
  • Mei 2021 (1)
  • April 2021 (2)
  • Januari 2021 (2)
  • Desember 2020 (2)
  • November 2020 (1)
  • Oktober 2020 (11)
  • September 2020 (1)
  • Agustus 2020 (2)
  • Juli 2020 (2)
  • Juni 2020 (1)
  • Mei 2020 (19)
  • April 2020 (7)
  • Maret 2020 (2)
  • Januari 2020 (1)
  • Oktober 2019 (1)
  • September 2019 (1)
  • Agustus 2019 (1)
  • Juli 2019 (1)
  • Mei 2019 (1)
  • Maret 2019 (1)
  • Februari 2019 (2)
  • Januari 2019 (1)
  • November 2018 (1)
  • Agustus 2018 (1)
  • Mei 2018 (2)
  • April 2018 (4)
  • Maret 2018 (4)
  • Februari 2018 (5)
  • Januari 2018 (7)
  • Desember 2017 (9)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (6)
  • September 2017 (7)
  • Agustus 2017 (2)
  • Juni 2017 (12)
  • Mei 2017 (11)
  • April 2017 (6)
  • Maret 2017 (3)
  • Februari 2017 (4)
  • Januari 2017 (2)
  • Desember 2016 (5)
  • November 2016 (6)
  • Oktober 2016 (6)
  • September 2016 (5)
  • Agustus 2016 (1)
  • Juli 2016 (1)
  • Juni 2016 (6)
  • April 2016 (2)
  • Februari 2016 (1)
  • Januari 2016 (2)
  • Desember 2015 (1)
  • November 2015 (3)
  • Agustus 2015 (1)
  • Juli 2015 (1)
  • Juni 2015 (4)
  • Mei 2015 (1)
  • April 2015 (2)
  • Februari 2015 (6)
  • Januari 2015 (3)
  • Desember 2014 (4)
  • November 2014 (14)
  • Oktober 2014 (2)
  • Agustus 2014 (3)
  • Juni 2014 (12)

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates