Italian Bound (8) : Ulang Tahun Mamma Linda




Yakyaak setelah bertravel ria di Venice alhamdulillah diberi kesempatan buat ngerasain lagi kehangatan keluarga di Italia. Posting ini ngga akan berceloteh banyak sih anyway karena udah diborong dibagian Venice. Eh tapi ada satu hal yang lumayan menyenangkan di awal hari Jum’at.

Pelajaran English di sekolah Italia bakal lebih masuk ke literature ketimbang kita di Indonesia yang biasanya bahasa grammar cara ngomong talk active dan lain sebagainya. So that’s why engga banyak anak Italia yang bisa speaking english  but beda sama kelasku yang Lingusitico so almost everyone can speak english. Fortunata me // Lucky me.

The most thing that I like is ketika nonton film The Scarlet Letter yang bercerita tentang seorang perempuan Inggris yang ke Massachutes Amerika dikirim suaminya sewaktu penjajahan Inggris ke Amerika, nah dibalik itu juga menceritakan sejarah kaum Puritan. So bisa sekaligus belajar sejarah, yang aku suka dari film ini adalah ketangguhan perempuan yang memulai hidup sendiri di negeri orang lalu punya anak dengan seorang Pastor bernama Arthur. menyesakkan filmnya hikss.

--
Oke. Balik ke Ulang Tahun Mamma Linda atau di bahasa Italia itu Compleanno di Mamma Linda. Aku berusaha nyiapin sesuatu hal yang berkesan, karena saking bingungnya dan mepet. Mau cetak foto juga belum nemu harus dimana finally aku bikin surat ucapan tapi pake bahasa Italia yang dibantu Alice buat translate-nya. I did as simple as creative as I can but also hopefully that would be meaningful.

Gimana ya isinya ?



Sampe Anna host sister-ku mbrambangi, ngga sampe netes tapi. But sebuah kebahagiaan sendiri bisa bikin itu means a lot. Sekaligus aku beri dompet batik, biar still ala-ala Indonesia gitu. Kakak laki-laki Mamma Linda dan istrinya tingga di Emilia-Romagna (Kota Babi karena saking banyaknya babi) dateng ke rumah dari siang. Talk active sekali om-om ini, haha. 

Perayaannya pun sederhana, kita pergi ke daerah lebih atas lagi ke ALPAGO. Masya Allah salah satu fav place bangett ini, berasa bisa lihat negeri di awal kalo sampe atas Alpago. Makan malam yang selalu dengan porsi sangat banyak, makan domba khas Alpago saia. Belum lagi dessert-nya beehh. Dua jam lebih kita disana, di Italia sesi makan malam selalu diutamakan dan waktu untuk saling berbincang setelah satu hari full dengan kegiatan masing-masing. Maka, aku ngga pernah melewatkan momen makan malam.



Baru pas mau balik I give my gift, and everyone just shocked. I did it !

--
Yaahh begitulah sedikit cerita yang semoga menceritakan Tentang Italia yang sedang aku singgahi. Exchange is not a vacation, is life when you can feel home, family, learn and school.
Ci vediamo Ragaaa !!

Di tulis di komputer perpustakaan sekolah Liceo State Giustina Renier, pengobat suntuk.
Belluno, 27 November 2017

0 komentar